Tindakkan Kancil masuk kedalam itu merupakan tindakan yang sangat ceroboh. Ia tidak berpikir bagaimana caranya ia naik ke atas bila sudah berada di dalam kolam tersebut. Beberapa kali Kancil mencoba untuk memanjat tetapi ia tidak bisa sampai ke atas.
‘’Tolong.’’ Toloooonggggg..!’’
Si Kancil tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya berteriak meminta tolong. Teriakan si Kancil ternyata terdengar oleh sang Gajah yang kebetulan sedang berjalan melewati tempat itu. ‘’Hai, siapa yang ada di kolam itu?’’
“Aku… tolong aku..! jawab si Kancil.
“Siapa kau?’’ Tanya Gajah.
‘’Aku.. si Kancil sahabatmu.’’
‘’Kenapa kamu bisa di dalam kolam ini? Dan berteriak meminta tolong.’’
Kancil terdiam sesaat mencari akal agar Gajah mau menolongnya.
‘’Tolong aku mengangkat ikan ini.’’
“Yang benar kau mendapat ikan?’’
‘’Bener..benar ! aku mendapatkan ikan yang sangat besar.’’
‘’Tapi bagaimana caranya aku turun kebawah.’’
‘’Sebaiknya kamu langsung turun saja kebawah. Sebab jika tidak cepat-cepat ikan ini bisa lepas.!’’
Gajah berpikir sejenak. Bisa saja ia turun ke bawah dengan mudah tetapi bagaimana jika naiknya nanti.
‘’Cil. Mana ikan yang kau dapatkan ?’’
‘’Ada di sepasang kakiku.’’ Kata Kancil.
‘’Kalau aku menolongmu. Lalu bagaimana caranya aku naik dari kolam ini.?’’
Kini Kancil terdiam. Ia tidak menyangka gajah dapat berpikir sejauh itu. Tidak seperti dirinya, karena kehausan langsung terjun kedalam kolam. Tanpa berpikir akibatbya.
‘’Kau mau memanfaatkanku ya Cil?’’ kau akan menipuku untuk kepentingan dan keselamatanmu sendiri?’’ Tanya Gajah.
Kancil hanya terdiam.
‘’Sekali-kali kamu harus diberi pelajaran.’’ kata Gajah sambil meninggalkan tempat itu.
‘’Waduh.. Pak Gajah. Aku mohon tolonggggg….!’’
Gajah tidak mendengarkan teriakan Kancil. Kancil mulai putus asa. Semakin lama berada di tempat itu Kancil mulai merasa kedinginan.
‘’Toolongg.. tolongggg.’’
Hingga menjelang sore tidak ada seekor binatang yang mendengar teriakannya.
‘’Aduh gawat! Aku benar-benar akan mati kaku di tempat ini.’’ Kancil mulai membayangkan akhir hidupnya ditempat ini.
Lalu Kancil berteriak dengan keras.’’ Wahai langit dan bumi! Dan seluruh binatang yang berasa di hutan. Aku bersumpah tidak akan menipu untuk kepentinganku dan keselamatanku sendiri, kecuali……!
Ketika Kancil mengucapkan kata kecuali, Kancil sengaja mengecilkan suaranya sehingga hampir tidak terdengar lagi. Tak di sangka ternyata Gajah tiba-tiba muncul di tepi kolam. Ternyata Gajah tidak benar-benar meninggalkan Kancil sendirian dan sengaja menyembunyikan dirinya. Ia penasaran mendengar ucapan kancil yang terakhir.
“Kecuali apa?’’ tanya Gajah penasaran.
Kancil terkejut mendengar suara Gajah.
‘’Pak Gajah? Kau kembali lagi?’’
‘’Jawab pertanyaanku Cil. Kecuali apa?’’
‘’Hmm. Kecuali terpaksa untuk menyelamatkan diri. Karena aku hewan kecil yang serimg terancam oleh Harimau, Singa, Srigala, dan binatang lainnya yang jahat.’’
‘’Oh begitu..?’’ sahut Pak Gajah. ‘’Sekarang apakah kamu sudah sadar? Dan akan berjanji tidak akan menipu, jahil, iseng dan perbuatan yang merugikan binatang lain?’’
‘’Benar Pak Gajah.’’
‘’Betul?’’
Betul Pak Gajah, saya benar-benar berjanji.’’
‘’Baiklah sekarang aku akan menolonhmu Cil.’’ Kata Gajah.
Gajah menjulurkan belalainya yang sangat panjang untuk menangkap Kancil dan mengangkatnya ke atas. Begitu sampai di atas Kancil berkata.
‘’Terima kasih Pak Gajah! Saya tidak akan pernah melupakan kebaikanmu ini.’’
Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat baik. Ia tidak lagi berbuat iseng seperti yang pernah ia lakukan pada beruang dan binatang-binatang yang lainya.
++++++++++++
Kancil Pura Pura Mati
Anak kecil memberitahukan Pak Tani dan mengajak kawan-kawannya menangkap Kancil di Rumah Kosong....Dan jika mereka dapat menangkap Kancil, mereka akan jadikan gulai.
Kancil yang cerdik mulai berlari kesana-kemari. Anak-anak dan Pak Tani mengejarnya sambil berteriak-teriak. Kancil sangat panik dan ketakutan. Semakin banyak anak-anak yang mengejarnya. Ia sangat bingung, akhirnya Kancil masuk ke dalam rumah kosong.
Anak-anak dan Pak Tani langsung masuk kerumah itu dan mereka langsung mengepung Kancil. Kancil tidak bisa meloloskan diri.
‘’ Bagaimana aku bisa melarikan diri, sepertinya kali ini mereka akan berhasil membuat gulai.’’ Desisnya putus asa dan pasrah.
Mereka pun langsung menangkap dan Kancil di ikat di belakang rumah Pak Tani. Kancil berusaha untuk meloloskan diri. Namun, ikatannya sangat kuat. Kancil terus mencari akal. Sementara Pak Tani sibuk mengasah pisau dan merebus air. Ia sangat senang karena aka makan gulai Kancil.
Tapi entah apa yang terjadi. Tiba-tiba Kancil tergeletak dan banyak Lalat yang mengerubutinya. Anak-anak dan Pak Petani sangat terkejut melihat kancil tergeletak.
‘’ Apakah Kancil mati pak?’’ Tanya salah satu anak.
‘’ Sepertinya iya.’’ Jawab Pak Tani
Pak Tani dan Anak-anak merasa sangat kecewa melihat Kancil mati dan di kerubuti lalat. Karena mereka tidak boleh meyembelih dan memakan hewan yang sudah mati atau menjadi bangkai
Akhirnya, mereka membawa Kancil ke tepi sungai. Binatang cerdas itu langsung di lempar ke tengah sungai. Anak-anak yang ikut membuang bangkai Kancil mulai menggerutu..
‘’ Gagal deh makan gulai,padahal aku ingin sekali memakannya. Pasti rasanya enak sekali.’’
Setelah Kancil hanyut agak jauh terbawa arus sungai. Kancil mulai menggeliat dan berenang ke tepi. Ternyata Kancil tadi hanya pura-pura mati, untuk meloloskan diri. Agar aksinya berhasil, ia sengaja mengundang para Lalat agar mengerubutin tubuhnya.
Kancil memang hewan yang sangat cerdik. Dengan akalnya dia berhasil menyelamatkan diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar